Prestasi 7 Presiden Yang Pernah Memimpin Bangsa Indonesia

PAYAKOEMBOEH, SUMATERA BARAT – Ungkapan ini di ambil dai unggahan seseorang yang aktif ber-interaktif dalam Media Sosial (Medsos) Facebook (FB) yang bernama Hadarmi Berbagi Inovasi yang terdaftar dalam Group yang mengatasnamakan GIBRAN RAKA BUMING yang beranggotakan 8,3 ribu.

Dalam unggahannya mengungkapkan prestasi 7 orang anak Bangsa terbaik yang pernah menjabat orang nomor satu di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau mungkin penulis menorehkan tintanya merupakan orang cerdas yang meneliti, mempelajari sepak terjang Presiden pertama sampai ke Presiden ke 7 yang telah mengabdikan kepada bangsa dan Negara ini dengan berbagai prestasi.

Hadarmi Berbagi Inovasi asal Pajakoembuh, Sumatera Barat, tersebut menulis di Medsos FB nya membeberkan ringkasan menyeluruh 7 Presiden Indonesia dan bagaimana masing-masing memberikan kontribusi sehingga Indonesia tumbuh menjadi negara besar seperti sekarang. Saya sampaikan langsung, padat, dan tanpa mempermanis, yakni :

  1. Soekarno (Presiden ke-1)

Kontribusi utama:

  • Mendirikan negara, membentuk identitas bangsa.
  • Menyatukan wilayah kepulauan yang sangat beragam ke dalam satu negara.
  • Menetapkan fondasi ideologi, konstitusi, dan politik luar negeri “bebas-aktif”.
  • Menggagas proyek nasional berskala besar (Monas, Gelora Bung Karno, industri dasar).

Hasil jangka panjang: Indonesia punya identitas negara, posisi geopolitik, dan arah kebangsaan.

  1. Soeharto (Presiden ke-2)

Kontribusi utama:

  • Menegakkan stabilitas politik dan keamanan nasional.
  • Membangun ekonomi lewat industrialisasi, pertanian, dan infrastruktur.
  • Meningkatkan pendidikan dasar, kesehatan, dan swasembada pangan.
  • Mengembangkan birokrasi modern dan tata kelola negara.

Hasil jangka panjang: Pertumbuhan ekonomi tinggi, Indonesia dihormati internasional, kelas      menengah mulai terbentuk.

  1. B. J. Habibie (Presiden ke-3)

Kontribusi utama:

  • Mentransformasi Indonesia dari sistem otoriter ke demokrasi modern.
  • Melahirkan kebebasan pers, multipartai, pemilu langsung yang transparan.
  • Memperbaiki ekonomi pascakrisis 1998 sehingga tidak runtuh.
  • Reformasi hukum dan HAM.

Hasil jangka panjang: Demokrasi Indonesia menjadi salah satu yang paling stabil di Asia.

  1. Abdurrahman Wahid (Gus Dur, Presiden ke-4)

Kontribusi utama:

  • Menguatkan toleransi, pluralisme, dan HAM.
  • Menghapus diskriminasi terhadap kelompok minoritas.
  • Mendorong kehidupan bernegara yang lebih terbuka dan setara.
  • Menata kembali hubungan sipil–militer.

Hasil jangka panjang: Kebebasan sipil mengakar dan keragaman lebih dihormati.

  1. Megawati Soekarnoputri (Presiden ke-5)

Kontribusi utama:

  • Menstabilkan negara di masa transisi demokrasi yang kacau.
  • Memperkuat institusi pemerintah dan pemulihan ekonomi awal 2000-an.
  • Mengesahkan UU penting: otonomi daerah, politik lokal, partai politik.

Hasil jangka panjang: Dasar sistem politik modern menjadi kuat, hubungan pusat–daerah lebih stabil.

  1. Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden ke-6)

Kontribusi utama:

  • Menjaga stabilitas politik, keamanan nasional, dan iklim investasi.
  • Ekonomi tumbuh stabil 10 tahun berturut-turut.
  • Memperkuat diplomasi luar negeri Indonesia.
  • Memperluas program sosial: BOS, Jamkesmas, BLT.

Hasil jangka panjang: Indonesia naik kelas menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-16 dunia.

  1. Joko Widodo (Presiden ke-7)

Kontribusi utama:

  • Transformasi infrastruktur terbesar dalam sejarah RI.
  • Modernisasi layanan publik: digitalisasi, NIK, OSS, bansos digital.
  • Pembangunan industri hulu (smelter, hilirisasi nikel, EV ecosystem).
  • Menarik investasi besar dan memperkuat daya saing manufaktur.
  • Mendorong integrasi ekonomi daerah.

Hasil jangka panjang: Fondasi ekonomi industri mulai terbentuk, infrastruktur merata, mobilitas    nasional meningkat.

Kesimpulan Besar: Bagaimana 7 Presiden Membuat Indonesia Tumbuh Secara garis besar:

  1. Soekarno membangun negara → identitas dan kedaulatan.
  2. Soeharto membangun stabilitas dan ekonomi → pondasi modernisasi.
  3. Habibie membangun demokrasi → transisi politik sehat.
  4. Gus Dur membangun pluralisme → landasan kebebasan sipil.
  5. Megawati membangun struktur institusi → pemerintahan demokratis stabil.
  6. SBY membangun stabilitas jangka panjang → kelas menengah tumbuh.
  7. Jokowi membangun infrastruktur dan industrialisasi → ekonomi produktif masa depan.

Hasil akhirnya: Indonesia tumbuh menjadi negara besar dengan ekonomi kuat, demokrasi stabil, penduduk besar, dan pengaruh geopolitik yang meningkat.(sumber : Hadarmi Berbagi Inovasi ).

Copyright © 2024 Givalnews.com | All Right Reserved.