Yang Lalu Densus 88 Mengejar Teroris, Kali Ini Mengejar Tukang Bebek di Sawah PT.Sang Hyang Seri

CIASEM,givalnews.com – Yang lalu Densus 88 tugas pokoknya di bidang penanggulangan tindak pidana terorisme yang berada di bawah Kapolri, sekarang yang katanya ada anggota Densus 88 mengejar-ngejar tukang bebek yang berada dibawah perintah Dirut PT.Sang Hyang Seri (PT.SHS).

Tupoksi tersebut cukup jelas, jelasnya sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017  Pasal 23 ayat (1) Detasemen Khusus 88 Anti Teror disingkat Densus 88 AT merupakan unsur pelaksana tugas pokok di bidang penanggulangan tindak pidana terorisme yang berada di bawah Kapolri.

Bunyi ayat (2) Densus 88 AT sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan intelijen, pencegahan, penindakan, penyidikan, identifikasi, dan sosialisasi dalam rangkapenanggulangan tindak pidana terorisme.

Sejak tahun 2021 adanya pergantian Direktur PT.SHS dari Karyawan Gunarso kepada mantan Direktur Utama PT Pertani (Persero) Maryono sebagai Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) pada Kamis (12/2/2021), sekaligus munculnya sejumlah anggota Densus 88 mengawal Dirut Maryono. Dengan berbagai macam cara Maryono melibatkan yang mengaku anggota Densus 88 untuk menekan Petani Kerjasama 306 untuk menyerahkan pengelolaan sawahnya kepada pihak yang belum jelas.

Kali ini Rabu, 11-9-2024 terjadi insiden pengangkutan kandang Bebek yang kedua kali akibatnya terjadi adu mulut antara pengangon bebek dan rombongan oknum yang mengaku anggota Densus 88 dan anggota Ormas PP, kejadian tersebut yang diduga oknum anggota Densus 88 dikawal oleh ormas PP Blanakan mengobrak-abrik kandang bebek, terjadi adu mulut bahkan ada salah seorang tukang bebek yang dicakar oleh oknum anggota Densus 88 hingga mengalami luka lecet.

Sebelumnya, pada hari Rabu-Kamis, 4-6/9-2024) ada timsus yang ditunjuk oleh Dirut PT.SHS melalui GM.KPKS yang didalamnya anggota Densus 88 dan kelompok Karang Taruna Desa Ciasemgirang mulai mengusik pencari nafkah pengangon bebek, yakni paska ada pihak yang menebar gabah beracun dan ada bebek yang mati, kemudian timsus mengobrak abrik puluhan kandang bebek yang ada diwilayah persawahan milik HGU.PT.Sang Hyang Seri (PT.SHS) Sukamandi.

Akibat dari razia timsus PT.SHS.Sukamandi, puluhan tukang bebek kehilangan kandang bebeknya karena dibongkar dan diangkut oleh timsus tersebut, menuai reaksi keras dari puluhan tukang bebek yang tidak terima kandangnya diobrak-abrik dan diangkut timsus PT.SHS.Sukamandi.

“Kami bukan teroris, Kami hanya mencari makan diladang sawah milik HGU.PT.Sang Hyang Seri Sukamandi dengan ngangon bebek petelor yang hasilnya untuk makan anak istri kami, dalam beberapa waktu ini kami dikejar-kejar oleh timsus yang katanya ada anggota Densus 88 dan kelompok Karang Taruna Desa Ciasemgirang,”keluh puluhan tukang bebek yang melakukan pengangonan di sawah milik HGU.PT.Sang Hyang Seri (PT.SHS) Sukamandi.

Sejumlah tukang bebek mengaku, bahwa pihaknya melakukan pengangonan dilahan sawah yang padinya telah dipanen, hal itu sejak dulu sudah biasa dan terbiasa dilakukan, karena sejak lama ketika petani memanen padi di sawah di HGU.PT.SHS.Sukamandi para tukang bebek yang kebanyakan warga sekitar persawahan PT.SHS pasti turun ngangon bebek kesawah PT.SHS.(red).

Copyright © 2024 Givalnews.com | All Right Reserved.