Subang givalnews.com – Warga Desa Gempolsari Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang Jabar ,kembali menggelar tradisi Babarit (Ngabuburak Wewerit) ,sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur, Jumat 31/10/2025. Sore hari bertempat dilapangan bola Dusun Sodong.
Tradisi ini digelar bertepatan dengan hajat bumi para petani bersama masyarakat Desa Gempolsari.
Terlihat suasana berlangsung meriah, penuh kebersamaan, dan sarat makna. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kades Gempolsari Ule Hermawan, perwakilan dari PT.Sanghyang Sri , Nandi menejer Kebon, beserta jajaran,Sekdes, beserta jajaran perangkat desa Anggota Koramil 0507/PBR Serka Agus S., tokoh masyarakat, hingga warga dari berbagai kalangan.

Keunikan babarit tahun ini terlihat dari antusiasme warga yang kompak.
Mereka juga membawa nasi tumpeng atau gunungan nasi kuning yang kemudian dinikmati secara bersama-sama.
Kegiatan itu diisi dengan tausyiah oleh Kiyai H.Warsum Winaryo yang sekaligus Penyuluh agama Islam Kecamatan Patokbeusi yang lebih mengedepankan pentingnya menjaga alam dan mensyukuri nikmat kehidupan.

Dalam sambutannya, Ule Hermawan mengapresiasi konsistensi masyarakat Desa Gempolsari dalam menjaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut.
Menurutnya, babarit bukan hanya sekadar seremoni, melainkan simbol kebersamaan, kekompakan, dan penghormatan terhadap budaya lokal.
“Kegiatan ini bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, kecintaan pada tradisi lokal ujar Kades Gempolsari .

Ditempat yang sama H.Boeng sekaligus ketua panitia hajat bumi menambahkan Tradisi babarit yang terus dijaga diharapkan menjadi teladan bagi generasi muda agar tidak melupakan akar budaya.
Selain itu, kegiatan ini juga semakin mempererat tali silaturahmi antar warga, sekaligus memperkaya khazanah budaya daerah yang menjadi identitas bangsa.(Uta)
