SUBANG,givalnews.com – Kalau saja pemilik bebek tidak segera tahu ada penebar racun dilokasi pengangonan bebeknya, kemungkinan besar ribuan bebek lainnya akan mati sia-sia setelah memakan biji padi dicampur racun yang ditebar oleh dua orang berkendara motor Honda Vario warna hitam,4-9-2024 sekira pukul .
“Kalau saya tidak mendapat kabar ada orang yang menebar biji padi yang dicampur, kemungkinan besar ribuan bebek saya akan mati memakan biji padi yang diduga telah diracun oleh sang penebarnya,”ujar H.Anim ketika mendatangi kantor redaksi givalnews.com bersama belasan perwakilan tukang bebek, Kamis,5-9-2024.
H.Anim dkk., membeberkan kejadian adanya penebar racun yang mengendarai motor Honda Vario warna hitam, hanya saja tidak melihat secara jelas pelakunya karena kedua pengendara menggunakan helm yang cukup rapih sehingga mereka hanya mengenali dari ciri-ciri badannya tinggi berambut panjang, dua orang berkendara motor dengan kecepatan cukup salah satunya menebar padi yang telah dicampur racun, ditebar disepanjang tanggul dank e sawah blok Lekar dan sekelilingnya.
“Karena Saya mendapatkan informasi ada yang tabor gabah beracun, saya langsung mengamankan bebek Saya dan Alhamdulillah selamat dari keracunan, sedangkan bebek lainnya ada yang terkena racun belasan bebek menjadi korban mati mendadak terkapar di sawah,”jelas Anim diiyakan oleh tukang bebek lainnya.
GM KPKS PT.Sang Hyang Seri Sukamandi, Agustinus ketika dikonfirmasi melalui nomor ponselnya menjelaskan dan mengucapkan terima kasih atas informasi kejadian adanya bebek mati yang diduga memakan padi yang dicampur racun, hanya saja pihaknya tidak tahu menahu siapa pelakunya maupun pihaknya tidak pernah memerintah untuk melakukan hal itu, adapun pihaknya membenarkan telah membentuk tim internalnya untuk membatasi pengangonan bebek dilahan sawah PT.Sang Hyang Seri.
“Setelah ada info, pagi tadi saya kumpulkan semua pegawai KPKS hususnya yang bertugas dilapangan sebagai tim pengendali lapangan, dan saya tidak pernah menugaskan pihak eksternal untuk pengamanan lapangan,”ujar GM.KPKS, Agustinus, Kamis, 5-9-2024.
Berbeda dengan pengakuan Ketua Karang Taruna Desa Ciasem Girang, Annas Mubarok, bahwa dirinya telah melaksanakan tugas sesuai kontrak dengan pihak PT.Sang Hyang Seri dalam hal pengamanan lapangan, hususnya yang berhubungan dengan adanya pengangonan bebek yang sangat mengganggu kondisi lapangan sawah milik perusahaan BUMN tersebut.
“Saya menjalankan tugas sesuai penanda tanganan kontrak dengan Atin (Agustinus), adapun adanya penebar racun saya tidak tahu dan saya tidak mau tahu siapa yang meracuninya, karena saya hanya bertugas sesuai perintah, termasuk untuk mengusir para tukang bebek dari lokasi sawah perusahaan,”jelas Annas melalui ponselnya.
Benar saja pada sekira pukul 13.00wib, serombongan timsus dan karang taruna berhasil mengusir dan mengangkut material kandang milik tukang bebek, dan tindakan itu merupakan tindakan tidak terpuji, sedangkan sebelum terjadi pengangkutan kandang tersebut pihak redaksi bersepakat dengan GM.KPKS untuk mendiskusikan polemic tersebut yang direncanakan pada hari Jum’at, 6-9-2024 sekira pukul 13.00 wib.
“Ya, kami redaksi diminta bantu untuk menghadapkan perwakilan tukang bebek untuk berdiskusi polemic yang ada di sawah milik PT.SHS Sukamandi,”jelasnya.(red).
