Pengakuan Haru Masyarakat

PATOKBEUSI,Givalnews.com – Paska menerima bantuan minyak sayur yang dilaksanakan oleh Komunitas Sosial People Indonesia sejumlah ibu-ibu mengungkapkan secara jujur, meskipun hanya menerima sebungkus minyak sayur akan tetapi sangatlah berarti baginya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada kelompok ibu dan bapak yang kasih saya minyak sayur, jujur saya baru kali ini mendapatkan bantuan dari pihak disini, karena sebelumnya saya belaum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah,”ujar sekelompok ibu-ibu serentak.

Jujur ya pak, ungkap seorang ibu sambil mengucurkan air mata, selama ini sangat mengharapkan bantuan dari pihak manapun, terutama dari pemerintah, sama sekali belum mendapatkan baik BLT, Bansos, PKH, BPNT, bantuan beras maupun bantuan biaya anak sekolah.

Meskipun kehidupannya termasuk pada keluarga miskin, tanpa suami, tanpa usaha yang jelas, hanya mengandalkan kuli harian ke sawah, bahkan pada waktu panen mendatangi sawah petani yang sedang panen, mengumpulkan butir demi butir gabah disawah (ngasag) bahkan seorang ibu tersebut mengaku kadang hasil usahanya cukup untuk makan bahkan sering kurang.

“Saya punya anaka sekolah 2 orang di SD dan SMP, semuanya ditanggung berat sendiri, mengharapkan bantuan dari pemerintah tidak kunjung mendapatkan,”akunya.

Untuk itu, sambil memelas, kiranya setelah mendapatkan bantuan yang pertama kali, walaupun sebungkus minyak sayur, baginya sangat membantu untuk menutupi kebutuhan dapur sekaligus bisa mengurangi uang belanja dialihkan untuk kebutuhan anak sekolah.

“Terima yah pak bantuan minyak sayur ini, yang sering-sering saja yah pak,”ujar emak-emak saking bahagianya sambil melinangkan air mata, sekaligus bikin haru petugas yang menyerahkan bantuan.

Kegiatan social menyalurkan minyak Sayur yang dilakukan oleh Komunitas Sosial People Indonesia yang personilnya asli warga Purwadadi memberikanbantuan kepada ratusan masyarakat Dusun Patokbeusi Desa Rancamulya Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang, Jum’at, 08-11-2024 mulai pukul 10.00 wib di Sekretariat Ormas Gival.

Penyaluran bantuan yang diberikan berupa minyak sayur tersebut atas titipan atau amanah dari hamba Allah, yang didalamnya dari sejumlah donator baik atas nama perorangan maupun atas nama perusahaan tertentu yang ada didalam negeri maupun dari luar negeri.

Penyaluran bantuan di Dusun Patokbeusi merupakan kegiatan yang kesekian kalinya, karena yang sebelumnya telah kami laksanakan di kecamatan Purwadadi, Cikaum, Kalijati, Pabuaran, Patokbeusi, Ciasem, Blanakan, dan di Kecamatan Sukasari, dan untuk selanjutnya diseluruh kecamatan yang ada di kabupaten Subang rencana target selanjutnya.

Disampaikan Ketua Umum Ormas Gival, Dauscobra, mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Sosial People Indonesia yang telah menyalurkan bantuan minyak sayur kepada masyarakat Patokbeusi dan sekitarnya, meskipun hanya sebungkus minyak sayur namun cukup membantu kebutuhan dapur masyarakat, terbukti dengan antusiasnya masyarakat dari pagi sampai sore terus berdatangan agar bisa menerima bantuan tersebut.

Diharapkan, dilanjutkan Dauscobra, pemerintah bisa menjiplak system yang diterapkan oleh petugas Komunitas Sosial People Indonesia yakni dengan system link Know Your Castomer (KYC) yang meng-update data secara online secara sistematis bisa melaporkan data secara langsung kepada system pihak donatur, yang artinya pelaksana kegiatan tidak bisa memanipulasi data penerima manfaat, yakni data dengan barang yang dikeluarkan tidak bisa di mark up.

“Kalau saja petugas pemerintah dalam memberikan bantuan dengan system yang diterapkan oleh kawan-kawan komunitas, kiranya pejabat tinggi sampai pejabat rendahan tidak akan bisa mengotak atik data untuk memanipulasi.

Akibat manipulasi data, dipungkas Dauscobra, adanya sejumlah masyarakat yang mestinya layak menerima bantuan akan tetapi luput tidak mendapatkan bantuan, sedangkan masyarakat yang tarap hidupnya cukup malah yang mendapatkan bantuan.

“Sudah waktunya Subang berubah, perubahan tersebut dibuktikan dengan memulai dengan merubah system  data real masyarakat yang miskin katakana miskin, yang kaya katakana kaya, agar si miskin hak sosialnya tidak tertukar dengan yang kaya raya,”pungkasnya.(Uta).

Copyright © 2024 Givalnews.com | All Right Reserved.