Bandung, GivalNews.com – Seorang pasien bernama Eka Widaningsih yang akan berobat mendapatkan perlakuan tidak baik dari seorang oknum Dokter di UPTD Puskesmas Cetarip, alamat Jl. Cetarip Barat No.3 RT 07/ RW 09, Kopo, Kecamatan BojongLoa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat 40233, Senin (12-01-2026).
Kejadian pelayanan yang kurang baik dari seorang dokter bahkan dinilai arogan menimpa seorang pasien bernama Eka Widaningsih yang akan meminta surat rujukan berobat di UPTD Puskesmas Cetarip, akan tetapi dengan sikap dokter yang arogan sangatlah memprihatinkan dan menunjukkan empati dan menunjukan etika yang buruk.
Pasien mengaku, sebelum masuk ruangan dokter pasien menemui satpam menanyakan cara mendapatkan rujukan berobat ke Rumah Sakit dengan BPJS, Satpam menjelaskan bahwa ketika warga yang baru tinggal di Bandung apabila untuk meminta rujukan untuk pelayanan BPJS hanya mendapatkan 1 X rujukan, itupun tergantung keputusan dokter.
“Saya kecewa dengan pelayanan di Puskesmas ini, karena setelah petugas menerima kartu antrian saya dimasukan kepasien umum bukan pasien menggunakan BPJS, jika saya pendaftaranya masuk ke pasien umum bagaimana saya bisa dapat surat rujukan ke Rumah sakit yang di tuju, komplen saya dijawab security, tunggu nanti saja lihat keputusan dokter,” jelas Eka Widaningsih.
Tidak lama kemudian, dilanjutkan Eka Widaningsih, dirinya dipanggil dan masuk keruangan dokter yang belum diketahui namanya memeriksa dokumen persyaratan rujukan dokter untuk berobat ke rumah sakit dengan jalur BPJS, karena dinilai tidak sesuai dengan pendaftaran ahirnya dokter dengan nada tinggi sambil mengebrak-gebrak meja menolak permohonan rujukan pasien, padahal bukan kesalahan pasien akan tetapi kesalahan Satpam dan petugas pendaftaran yang memasukan pasien ke pasien umum yang padahal sebelumnya meminta rujukan pasien BPJS.
Karena permintaan rujukan BPJS ditolak oleh dokter ahirnya pasien meningglkan dokter mengucapkan kata-kata merujuk kepada dokter yang dinilai dokter tersebut muai dari penerimaan, cek data, dan pelayanan yang tidak menunjukan etika seorang dokter.
“Bu dokter saya ini sedang terasa sakit batu ginjal yang sakitnya luar biasa, harus nya nada suara anda lemah lembut bukan kasar seperti ini, anda sebagai seorang dokter kan juga sama perempuan,”ujar pasien setelah mengucapkan salam lalu meninggalkan ruangan dokter.
Ditambahkan Eka Widaningsih, tidak kuat menahan kekesalannya, sambil menangis menggerutu sikap dokter yang terkesan arogan dan ahirnya tidak sadarkan diri, melihat pasien tidak sadarkan diri ahirnya suami pasien tidak terima dengan kejadian tersebut dan mengungkapkan kekesalannya kepada satpam dan petugas pendaftaran, yang pada ahirnya pihak Puskesmas mengeluarkan surat rujukan.
“Ketika saya sadar dari pingsan, eh ternyata sumi saya mendapatkan rujukan dokter, Alhamdulillah,”tambahnya.(redaksi).
