SUBANG,Givalnews.com – Kegiatan sejumlah proyek di Patimban menelan korban masyarakat tertipu oleh oknum yang mengaku mempunyai proyek pengurugan tanah merah dalam pembangunan pelabuhan Patimban, Pusakanagara Subang, para korban dijanjikan keuntungan besar dengan dalih menyokong modal proyek dengan perjanjian investasi.
Sebut saja AW, sebagai pelaku investasi bodong yang mengaku sedang mengerjakan proyek pengurugan tanah merah dilokasi pembangunan pelabuhan Patimban, para korban mengaku bahwa AW menawarkan investasi dengan keuntungan yang menggiurkan bahwa keuntungan akan diberikan setiap hari kerja.
“Saya investasi 10 juta, diberi keuntungan Rp.500 ribu per hari, namun hanya berlangsung 3 hari saja dan sampai saat ini tidak ada lagi kabarnya,”ujar salah seorang korban dari Desa Muara Blanakan yang enggan disebutkan namanya.
Korban lain mengaku berinvestasi sebesar Rp.6 juta dijanjikan sama diberi keuntungan senilai Rp.500ribu per harinya, perjanjiannya selama proyek pengurugan tanah merah berlangsung setiap harinya akan terus diberikan keuntungan adapun uang investasi akan dikembalikan setelah proyek selesai.
“Yah pak boro-boro diberi keuntungan setiap hari, saya terima hanya 3 hari doing, kalau dihitung uang saya saja hanya kembali 1,5 juta, sisanya 4,5 juta dibawa lari AW,” ucapnya.
Ada ceritera menggelitik dialami oleh salah seorang pemuda asal Desa Muara Blanakan awalnya melamar kerja kepada AW dengan uang sogokan Rp.3 juta, oleh AW diterima dan diberi pekerjaan menjadi cecker kemudian ditempatkan di Sukamandi, tugasnya mencatat mobil pengangkut tanah merah yang dating dari arah Purwadadi yang keluar dari pertigaan jalan Sukamandi.
Pemuda itu mengaku, selama seminggu dikerjain oleh AW, namun pemuda itu percaya juga karena ketika bekerja diberi tugas sebagai cecker tiap pagi diantar oleh AW dan sore hari dijemput oleh AW, selama seminggu dia nongkrong menjadi cecker tanpa diberi uang makan apalagi diberi upah, makan, minum, ngopi dan rokok modal sendiri.
Difikir-fikir, aku pemuda itu seperti kaya orang bego, kerjanya serius tiap hari melaporkan hasil kerjanya berhasil mencatat mobil yang datang dalam sehari minimal 80 mobil sampai 100 lebih mobil pengangkut tanah merah yang keluar dari arah Purwadadi, setelah seminggu tidak diantarkan lagi dan punya firasat tertipu.
“Iya pak ternyata saya tertipu, tertipu uang sogok 3 juta rupiah, makan minum modal sendiri eh kerja selama seminggu tidak dibayar lagi,”gerutu pemuda itu.
Korban terbesar adalah anak tiri AW, yang mengaku telah berinvestasi senilai Rp.40 juta, setiap harinya diberi keuntungan Rp.500 ribu, hanya saja pemberian keuntungan itu hanya berlangsung satu minggu, setelah satu minggu AW kabur sampai berita ini ditayangkan tidak ada kabarnya.
“Yang bikin saya malu, ternyata AW juga ayah tiriku bukan saja menipu ku akan tetapi tetangga ku pun banyak yang menjadi korban, tolong pak nama saya jangan ditulis ya,”pintanya.
Para korban AW siap muncul, memberikan identitas, membeberkan secara rinci dan tidak segan-segan untuk melaporkan AW kepihak berwajib, para korban pun meminta agar awak media givalnews.com bisa membantu mencari AW sambil membekali foto AW, yang katanya warga Pamanukan, akan tetapi setelah awak media mencari AW sesuai alamat yang diberikan anak tirinya, hasil kroscek kealamat di Pamanukan bahwa AW hanya ngontrak.(Bagus).
