SUBANG UTARA,GivalNews.com – Tidak sempat menjawab pertanyaan wartawan dan LSM tiga orang Konsultan PT.Adi Karya kabur dari lokasi proyek Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) dalam pekerjaan pemasangan TPT di Blok Sumur Sapi I, Tanjungtiga, Blanakan.
Hal tersebut terjadi ketika pengurus Ormas Gival dan LSM GMBI mendatangi lokasi proyek pekerjaan pemasangan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Blok Sumur Sapi I RT.01 RW 02 Desa Tanjungtiga Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang.
Kaburnya 3 konsultan ketika ditanya kenapa proyek TPT ini tidak dipasang papan proyek, ketika ditanya panjang pekerjaan, ketika ditanya lebar dan kedalaman pemasangan material batu TPT, ketika ditanya kenapa pekerjaan yang panjang hamper 500 meter hanya dikerjakan oleh 2 orang, ketika ditanya kenapa pemasangan pondasi ditanah lumpur/tidak digali sampai tanah padat, ketika ditanya kenapa pemasangan pondasi TPT tidak menggunakan adukan, pun ketika ditanya siapa kontraktornya atau pun Mandor sebagai Subkon pekerjaan pun tiga konsultan tersebut diam membisu dan ahirnya kabur terbirit-birit.
Begitupun ketika ditanya speck pekerjaan, besaran anggaran proyek, termasuk pada saat ditanya kontraktor yang mengerjakan proyek pemasangan TPT, dan apa nama CV ataupun PT yang, tetap saja 3 konsultan tersebut bungkam seribu bahasa, dan jawabannya hanya satu, “Tidak tahu pak”.
Sepeninggal 3 konsultan, ada seseorang yang mengaku pengganti Mandor/subkon terdahulu dengan lantangnya menjelaskan bahwa dirinya hanyalah penerus dari kontraktor sebelumnya yang bermasalah, namun tidak mengungkapkan apa masalahnya, yang jelas orang tersebut tidak henti-hentinya berbicara bahwa dirinya dan dua orang pekerja terpaksa mengerjakan proyek tersebut daripada tidak ada pekerjaan.
“Saya mah pak hanya pekerja yang melanjutkan dari mandor sebelumnya, adapun tidak melibatkan pekerja local karena saya tidak mampu bayar secara harian,”ujar orang yang usianya lebih dari setengah abad yang mengaku sebagai pelaksana.
Sangat disayangkan akibat pihak BBWSC Bandung tidak melakukan control secara berkala, terjadi dilapangan pekerjaan pemasangan TPT hasil kontruksinya semrawut, yakni adanya pemasangan pandasi tidak ditanah padat akibanya kontruksi TPT berubah ada yang amblas, ada yang bergeser kesebelah kiri maupun kesebelah kanan sehingga hasil pekerjaannya bergelombang seperti ular.
Dan juga terlihat kontruksi bagian pondasi, ada lubang-lubang kecil dan besar karena ketika pemasangan pondasi tidak ada lantai kerja adukan, pun pemasangan pondasinya tidak digunakan adukan sehingga rongga-ronga lubang sangat terlihat sehingga kontruksi TPT rentan amblas dan bergeser.
Diharapkan pihak Balai Besar WilayaH Sungai Citarum (BBWS) Segera turun tangan jangan sampai pekerja ditahun ini senasib dengan pekerjaan tahun lalu dalam program SIMURP yang dinilai pekerjaan buruk penuh pencitraan padahal dilapangan terjadi adanya TPT amblas, tanggul amblas, pengurugan tanggul asal jadi tidak ada layer sehingga tanggul pada saat ini banyak yang amblas.(red).



