SUBANG,GivalNews.com – Celoteh warga Subang bernama Wawan yang diunggah di FB Aim Subang yang menyikapi kondisi jalan Provinsi di titik Kecamatan Binong Subang yang baru beberapa pekan dilakukan peningkatan jalan jenis hotmik kini sudah hancur rusak bergelombang.
“Hadeuh! Baru Diperbaiki, Jalan Provinsi di Binong Kembali Rusak,”celoteh Aim Subang di canal FB nya.
Dilanjutkan Aim, bahwa kondisi infrastruktur jalan provinsi yang berada di wilayah Kecamatan Binong, Subang, dikeluhkan warga. Yang mana lokasi jalan tersebut yang baru saja diperbaiki dengan peningkatan jalan hotmik kondisinya telah rusak kembali dengan lubang bergelombang cukup panjang, dan menandakan bahwa peningkatan jalan tersebut terkean asal diperbaiki tanpa meninjau dan menganalisa struktur jalan yang selama ini telah menjadi langganan rusaknya jalan.
“baru saja diperbaiki dan diaspal (hotmix) beberapa bulan lalu, kini sudah kembali mengalami kerusakan dan berlubang, ucap Wawan salah seorang warga setempat, yang merasa kecewa dengan kualitas pengerjaan jalan tersebut.
Dilanjutkannya, kerusakan juga terjadi di ruas jalan Cicadas Binong dan yang terparah didepan Kantor Polsek Binong, paska diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa minggu terakhir. Warga berharap pihak Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) Provinsi Jawa Barat atau kontraktor terkait segera melakukan perbaikan kembali sebelum kerusakan meluas dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan di mana lubang tertutup genangan air.
Masyarakat lain menilai, kalau memperhatikan dan menelaah jalan Provinsi disepanjang Pagaden sampai dengan Binong merupakan jalan hotmik yang menjadi langganan rusak berlubang kecil dan besar, bergelombang yang sangat panjang dan bikin mobil jalan bergoyang dan sesekali dak dik duk, dug dug, menginjak jalan berlubang.
Diharapkan Gubernur Jawabarata menekan PUPR agar dalam perbaikan jalan provinsi yang ada diwilayah Pagaden sampai Binong bahkan ada kejadian serupa du Rancasari Pamanukan, apabila dilakukan perbaikan untuk di analisa dulu struktur jalannya yang labil, dan tentunya PUPR dalam melakukan perbaikan atau peningkatan jalan tidak lagi menggunakan kontruksi Hotmik melainkan dengan kontruksi beton yang sudah jelas teruji.
“Apabila PUPR perbiki jalan dengan cara lama pakai kontruksi Hotmik berarti pihak PUPR sengaja membangun jalan untuk langganan jajan, karena sudah bertahun tahun jalan yang rusak diwilayah tersebut dan diperbaiki pakai Hotmik terus menerus dan dalam waktu singkat rusak lagi, coba kontruksinya Beton pasti kuat,”ujar Asep pengguna jalan Pamanukan-Subang.(red).
