Subang ,givalnews.com – Merujuk Pengalaman melaksanakan Pilkada serentak tahun 2018 yang lalu dapat menjadi rujukan dalam pilkada serentak pada tahun ini yakni tahun 2024.
Dari satu Pilkada ke Pilkada yang lain, kita semua melihat bahwa rakyat Indonesia khususnya Warga Kabupaten Subang sudah semakin matang dalam berdemokrasi.
Ketua Umum Forum Pemerhati Sosial Sugih terus mengingatkan kepada kita semua agar dapat menjaga dan merawat kepercayaan rakyat terhadap proses demokrasi Pilkada serentak yang tinggal hitungan hari saja .
Kita harus memastikan kualitas pelaksanaan Pilkada Kabupaten Subang ini bisa berjalan dengan aman, damai, dan demokratis tutur Sugih.

Sugih memaparkan terkait kondisi suhu politik kerap muncul polemik seperti beda pendapat dan dukungan yang berujung terjadinya gesekan antar masyarakat.
Agar gesekan yang di khawatirkan berimbas kepada perpecahan antar masyarakat itu dapat dielakkan.
Ketua Umum Forum Pemerhati Sosial Sugih mengatakan sejak dini mengingatkan agar masyarakat tetap kompak dan menjaga hubungan antar sesama walau pada 27 September 2024 mendatang akan terjadinya beda pilihan dari pelaksanaan pencoblosan guna memilih siapa pemimpin Bupati Subang 5 tahun ke depan.
Namun, perlu untuk di perhatikan bersama bahwasanya sekarang , hubungan silahturahmi harus tetap terjaga.
“Paling penting itu jaga hubungan silahturahmi. Jangan ada kelompok ini, kelompok itu, dan jangan gara-gara pesta demokrasi kita tidak bertegur sapa, saling musuh-memusuhi, itu tidak boleh,” ingat Sugih
Sugih menegaskan menjelang hari H pesta demokrasi ini yakni pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Bupati dan Wakil Bupati Subang, sekali lagi mengajak untuk menghindari gesekan dan sebaliknya bersama-sama saling bahu-membahu mensukseskan pilkada tersebut.
Sugih meminta kepada para Kepala Badan Intelijen Daerah, agar melakukan deteksi dini dan cegah dini terhadap setiap potensi konflik selama periode Pilkada serentak harapnya
Kepada jajaran KPU Subang, Bawaslu, dan Panwaslu, Sugih meminta memastikan hak-hak politik rakyat Kabupaten Subang bisa dijamin dengan baik.
Lakukan koordinasi terus menerus dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah agar penyelenggaraan dapat berjalan dengan aman dan lancar, terutama dalam penyusunan Daftar Pemilih Tetap, kampanye, penyiapan distribusi logistik, pengamanan proses pencoblosan suara maupun pasca pemungutan suara.
Saya berharap KPU dan Bawaslu bisa menjaga profesional dan independensinya sehingga Pilkada berjalan secara jujur dan adil.
Saya tekankan soal ini karena dalam sebuah pertandingan politik yang sehat sangat diperlukan aturan main yang jelas serta wasit yang bekerja secara profesional ,Ini semua harus dijaga betul, jelas Sugih
Harapan warga masyarakat Kabupaten Subang melalui Forum Pemerhati Sosial (Forpemsos ) mulai menggantungkan harapan kepada bupati dan wakil bupati terpilih hasil pilkada nanti dapat mengupayakan pembangunan infrastruktur diwilayahnya.
Khusus untuk bidang pendidikan dirinya menilai masih banyak sekolah-sekolah yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya Ruang Kelas Baru (RKB).
“Siapapun yang terpilih di Pilkada Bupati Subang 2024, baik petahana maupun calon lain kami titip pembangunan yang merata,” ungkap Sugih saat ditemui Awak Media GIVALNEWS.COM Kamis 07/11/2024.
Menurut Sugih pembangunan merata adalah pembangunan berkelanjutan hingga ke desa-desa.
“Infrastuktur jalan jangan hanya berpusat pada kota saja, namun desa perlu jadi perhatian, termasuk lampu jalan dan pembangunan lainnya,” imbuhnya.
Ia menyampaikan bahwa kesejahteraan masyarakat sesungguhnya terletak pula pada pembangunan yang merata.
Sehingga diharapkan program-program pro rakyat ini semestinya bisa diteruskan.
Terkait dengan pendidikan, dengan kesehatan infrastruktur, dan juga teriakan-teriakan masyarakat seperti kebutuhan air bersih harus dipenuhi.
Menurut saya, siapapun yang unggul dan memenangkan kontestasi Pilkada Subang nanti harus memenuhi kebutuhan masyarakat
Sebagai seorang pemimpin harus memiliki ide-ide berlian, tidak boleh tinggal diam, tinggal menunggu masyarakat teriak-teriak dulu baru ‘ngeh’ itu tidak bisa.pungkasnya (Uta)
