SUBANG,GivalNews.com – Salah seorang warga Subang yang tergabung dalam group di group WA Suara Subang Merdeka, bernama Afun Afudin memuji kinerja pasangan Bupati Subang Reynaldi Putra Adytia yang dinilai cukup baik dalam menjalankan pemerintahannya.
Sedangkan dijalanan, sejumlah orang sebagai pengguna jalan Sukamandi-Kalijati sangat kecewa dengan sikap Bupati Subang yang terkesan membiarkan kendaraan berat pengankut tanah merah masih beroperasi tersebut mengakibatkan jalan rijit memerah akibat cecerah tanah merah yang jatuh dari mobil truck indek 24 bahkan ada yang lebih.
Seperti yang diungkapkan pengguna jalan Sukamandi-Kalijati, Ade, Ujang dan Asep, Rabu (14-01-2025) mengungkapkan, hari ini hujan mengguyur pantura tiada henti ketika sampai diruas jalan kebun tebu PG.Rajawali terlihat hamparan tanah merah yang memerah bagaikan darah ketika diguyur air hujan bercecer dibadan jalan mengakibatkan jalan licin dan kotor ketika menimpa kendaraan maupun pakaian pengguna motor.
Hal itu bukan lagi rahasia public lagi, kotornya jalan Sukamandi-Kalijati ruas jalan di kebun Tebu PG.Rajawali bahkan sampai depan Koramil Purwadadi jalan memerah, ketika kemarau/panas jalan berdebu mengganggu mata dan pernafasan, ketika hujan jalan licin dan kotor, hal itu terdampak oleh mobil angkutan tanah merah dan aktifitas jalan tok ditengah ruas jalan kebun Tebu PG.Rajawali menambah kotornya jalan.
“Kami yakin dengan aktivitasnya jalan Tol akan menambah kotor dan macet jalan arah Sukamandi-Kalijati karena terganggu oleh mobil indek besar lalu lalang tiada henti dijalan ini, nah bagaimana tindakan Bupati kita,”ujar Ujang bicara hampir bersamaan dengan Ade dan Asep.
Sedangkan ungkapn Afun Afudin, berdasarkan perkembangan terbaru di awal tahun 2026 ini, kepemimpinan Bupati Reynaldy Putra Andita (Kang Rey) bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi di Kabupaten Subang menunjukkan arah yang sangat ambisius. Mengingat Kang Rey adalah salah satu bupati termuda di Indonesia, gayanya cenderung pragmatis dan fokus pada efisiensi anggaran.
Berikut adalah prediksi dan analisis mengenai wajah Subang dalam 4 tahun ke depan (hingga 2030):
1. Fokus Infrastruktur “Jalan Mulus”
Salah satu janji politik utama Kang Rey adalah perbaikan infrastruktur. Sejauh ini, langkah ekstrem telah diambil dengan menghapus 100% anggaran makan minum (mamin) di lingkungan Pemkab Subang untuk dialihkan ke perbaikan jalan dan pelayanan publik.
Prediksi : Dalam 4 tahun ke depan, kita akan melihat perbaikan jalan yang lebih masif di tingkat desa dan akses menuju pelabuhan/kawasan industri. Efisiensi anggaran ini akan menjadi “ujian” apakah birokrasi bisa tetap berjalan efektif tanpa fasilitas rutin yang biasa mereka terima.
2. Transformasi Menjadi Pusat Industri Otomotif Nasional
Subang diprediksi akan mengalami lonjakan ekonomi besar karena proyek strategis yang sedang berjalan:
Pabrik Mobil Nasional (Pindad): Pindad telah menyiapkan lahan di Subang untuk produksi mobil nasional dengan target operasional bertahap mulai 2027/2028.
Ekosistem Kendaraan Listrik: Dengan beroperasinya pabrik VinFast dan pengembangan kawasan Rebana, Subang akan berubah dari daerah agraris menjadi pusat industri kendaraan listrik di Indonesia.
Dampak: Lapangan kerja akan melimpah, namun tantangannya adalah kesiapan tenaga kerja lokal agar tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri.
3. Gaya Kepemimpinan Inovatif & Digital, Kang Rey membawa budaya baru dalam berkomunikasi dengan warga:
Sabtu Bersama Kang Rey: Program diskusi langsung dengan anak muda.
Live TikTok & Evaluasi 3 Bulanan: Beliau rutin menyerap aspirasi lewat media sosial dan melibatkan media serta tokoh masyarakat dalam evaluasi kebijakan setiap kuartal.
Prediksi: Transparansi pemerintahan di Subang akan meningkat secara digital, memudahkan warga melaporkan masalah (seperti jalan rusak atau pungli) secara langsung.
4. Tantangan: Kesenjangan Pantura dan Selatan
Meskipun industri meledak di wilayah tengah dan utara (sekitar Pelabuhan Patimban dan Cipali), tantangan Kang Rey adalah memastikan wilayah Subang Selatan tetap terjaga ekosistem pariwisata dan pertaniannya. Janji pembangunan Rumah Sakit di wilayah Pantura juga akan menjadi indikator kunci apakah janji politiknya terpenuhi tepat waktu.(red).

