Purwakarta givalnews.com – Satuan Reserse dan kriminal (Satrekrim) Polres Purwakarta, Polda Jawa Barat, berhasil menggagalkan aksi tawuran antar geng motor di wilayah Kabupaten Purwakarta. Hal itu dibenarkan
Kapolres Purwakarta, AKBP Lilik Ardiansyah melalui Kasat Reskrim, AKP M Arwin Bachar, kepada awak media,Rabu (14/8/2024).
Menurutnya, Kelompok Geng Motor bernama Street, asal Kabupaten Subang, di duga akan melakukan tawuran di Jalan Raya Sadang-Subang, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, tepatnya di depan SPBU Cimaung, Minggu, 11 Agustus 2024, sekitar pukul 04:30.
Dikatakannya, dalam operasi tersebut, Unit Jatanras, Satreskrim Polres Purwakarta mengamankan 15 pemuda yang diduga terlibat aksi tersebut. Mirisnya, dari hasil pendataan, para remaja yang diamankan berusia antara 15 hingga 26 tahun, sebagian besar masih berstatus pelajar SMP dan SMA.
Identitas para remaja yang diamankan di antaranya berinisial AS (17), MBP (26), RNS (19), GYD (17), RPP (16), ADS (17), JF (18), ADR (17), KY (17), Z (17), MF (18), MR (20), AP (23), RL (18), dan AAR (15).
Kasat Reskrim menyatakan, penangkapan ini berhasil dilakukan berkat laporan dari masyarakat yang resah terhadap keberadaan kelompok geng motor tersebut.
“Mereka kami amankan di depan SPBU Cimaung. Dari pengakuan mereka, kelompok ini adalah gabungan Geng Motor Remaja Street Kabupaten Subang yang sedang menunggu lawan tawurannya di lokasi tersebut,” ujar Arwin.
Saat penangkapan, polisi juga berhasil mengamankan empat bilah senjata tajam, termasuk cerurit dan golok berbagai ukuran, serta barang bukti lainnya seperti dua unit sepeda motor dan lima telepon genggam.
Para remaja beserta barang bukti saat ini dibawa ke Mapolres Purwakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Penyelidikan terkait tindakan pidana lain dari kelompok ini masih didalami,” kata Arwin.
“Kami sudah memanggil orang tua dari masing-masing anak tersebut dan menghimbau mereka untuk lebih ketat mengawasi anak-anak mereka, agar tidak tergabung dalam kelompok yang bisa menimbulkan kerusuhan serta membatasi kegiatan di luar rumah pada malam hari,” tegasnya.
Selain itu, Arwin meminta masyarakat untuk aktif berperan dalam menjaga keamanan lingkungan dengan memberikan informasi terkait situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) agar aksi-aksi seperti geng motor bisa segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
“Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam memelihara kamtibmas, baik dengan menggiatkan ronda malam maupun melaporkan gangguan keamanan di lingkungannya,” pungkas Arwin. (Laela)
