SUBANG, Givalnews.com – Ada seseorang yang mengaku dari kesatuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjend) bekerja sama dengan seorang perempuan mencoba memeras masyarakat dengan cara menekan, mengancam dan mencoba memeras masyarakat karena telah mengganggu istrinya melalui media social FB.
Brigjend TNI tersebut mengaku bernama ISS dengan nomor HP.0895 2609 XXXX berperan sebagai eksekutor setelah istrinya menjadi umpan dan bekerja sama dengan yang diaku istrinya bernama Hafizah Qaila (Sukabumi) tinggal di Jakarta berperan sebagai pelaku pemancing kepada calon korban, sedangkan calon korban berinisial PDS alias DC warga Pantura Subang.
Awalnya, pada Kamis 28 November 2024 Hafizah Qaila mengirimkan pertemanan dalam media social (Medsos) Facebook kepada PDS, setelah pertemanannya diterima Hafizah Qaila memperkenalkan diri, menanyakan nama dan alamat tempat tinggal PDS, selanjutnya Hafizah Qaila mengeluhkan kondisi rumah tangganya yang sedang tidak baik-baik, suaminya sering kasar dan melakukan pemukulan karenanya Hafizah Qaila melakukan gugat cerai dan sedang mengurusnya.
“Karena dia (suami) kasar Mas suka mukulin, Saya dah gugat cerai mas,”jelas Hafizah Qaila cutting di FB nya, Kamis, 28/11/2024.
Setelah mengungkapkan keluh kesahnya, Hafizah Qaila meminta nomor WhastApp (WA) kepada PDS, setelah diberi nomor WA, Hafizah Qaila dengan nomor HP.0895 0578 XXXX kirim WA ke PDS sambil menanyakan nama dan status dan pekerjaan PDS, setelah diberi tahu nama dan status dan pekerjaan PDS, Hafizah Qaila menyudahi cutting WA nya,”Oiya mas besok kita sambung lagi ya udah malam.”jelas Hafizah Qaila.
Tiba-tiba, pada hari Jum’at (29/11-2024) sekira pukul 16.18 wib ada cutting WA dari seseorang yang mengaku Brigjen TNI ISS mengucapkan salam, setelah PDS menjawab salam pada pukul 17.28 wib., oknum tersebut melepon sambil marah- marah, menuduh PDS mengganggu rumah tangganya, dan menekan PDS untuk mengganti rugi HP istrinya yang rusak karena dibanting olehnya.
“Kamu telah cutting dan mengganggu istri Saya, akibatnya Saya bertengkar dengan istri Saya, karena kesal istri Saya pukulin dan HP nya Saya banting, maka dari itu kamu harus mengganti HP milik istri Saya yang hancur,”pinta oknum Brigjend TNI.
Bahkan oknum Brigjen TNI tersebut mengancam akan melaporkan ke polisi dan akan mendatangi rumah PDS apabila tidak mau mengganti HP istrinya yang rusak,”Kamu sudah nantang saya, maka saya sekarang dengan anak buah saya menuju rumahmu,”ancamnya.
Merasa kurang puas marah-marah melalui HP, oknum Brigjend mengirimkan cutting WA sambil mengirimkan foto seseorang yang sedang nyetir mobil berseragam TNI, tidak perlu kau jelaskan apapun didepan saya paham kan,”cutting WA nya.
Sedangkan PDS menjelaskan, dirinya tidak ada maksud untuk merayu atau tergiur dengan seseorang yang bernama Hafizah Qaila, akan tetapi karena Hafizah Qaila meminta pertemanan medsos FB, PDS menerima pertemanan tersebut sebagai bentuk tali silaturahmi dan tidak ada niat untuk mengambil manfaat dari pertemanan tersebut.
Karena cutting FB Hafizah Qaila mengaku dipukuli oleh suaminya dan sedang gugat cerai, karena PDS sebagai seorang aktivis maka menawarkan jasa untuk meng-advokasi itu pun kalau diperlukan, bahkan PDS menyarankan untuk memperbaiki rumah tangganya agar rukun kembali, apabila tidak bisa diperbaiki disarankan untuk melaporkan KDRT tersebut kepada polisi.
“Saya mencoba untuk membantu keluh kesah Hafizah Qaila atas KDRT suaminya, eh tiba-tiba ada oknum yang mengaku Brgjen TNI dan akan memeras Saya,”jelas PDS.
Adapun profil seseorang yang mengaku oknum Brigjend TNI, foto profilnya berseragam TNI, serta didalam profil WA nya terdapat sejumlah foto-foto berseragam TNI dan ada foto berseragam lengkap ada namanya yakni Brigjend TNI ISS.
Demi nama baik TNI, PDS berencana akan melaporkan hal itu kepada Polisi Militer (PM) Subang dan intansi tertentu yang berwenang,(red).
