Ekbis  

Penangkar Benih Nakal Luput Dari Tindakan BPSB

SUBANG,Givalnews.com – Sejumlah pihak meminta agar BPSB untuk menindak tegas kepada para pelaku penangkar benih Nakal yang ada di kabupaten Subang, secara husus yang ada diwilayah Pantura Subang (Subang Utara).

Menurut para pihak tersebut membeberkan, tolong Ki nama saya jangan ditulis dulu, pintanya, menurutnya ada sejumlah penangkar benih padi berbagai varietas, berbagai label tertentu baik yang mengatasnamakan pribadi, memiliki Perusahaan CV/PT maupun oknum dinas tertentu, bahan baku yang digunakanuntuk proses pembuatan benih padi tidak layak, karena mereka ada yang menggunakan bahan baku padi komsumsi.

“Nah kira-kira bagaimana menurut Aki, ketika penangkar yang nakal membeli padi komsumsi untuk dilabel benih padi, masalah kan dan kasihan kepada pembelinya,”jelasnya.

Pastas saja, dilanjutkannya, para petani seringkali gagal tanam bahkan terjadi gagal mencapai target pendapatannya karena salah satunya disebabkan kwalitas benih padinya jelek yang diproduksi menggunakan bahan baku padi komsumsi.

“Saya harapkan kepada petani ketika menjual padi hasil panennya untuk mengikuti pembelinya, kalaw pembeli tersebut membawanya ketempat penangkaran untuk segera menghubungi media ini,”pintanya.

Demikian pula diungkapkan oleh seorang investigator yang bergelut husus diwilayah pertanian, sebut saja KMB, pun mencurigai dan telah ada bukti ada indikasi oknum-oknum pengusaha penangkar benih padi sejumlah varietas tertentu membeli bahan bakunya dilokasi sawah budidaya padi komsumsi.

“Dugaan saya cukup berdasar karena saya memiliki bukti otentik baik foto maupun video, untuk itu saya harapkan petugas BPSB untuk segera menindak tegas dengan memberikan sanksi berat kepada penangkar benih padi yang nakal,”ungkap KMB di media sosial (Medsos) Facebook (FB) miliknya, sambil memasang foto salah satu tempat penangkaran benih padi.

Menurut para ahli bidang per-padian yakni berdasarkan kelasnya, benih dikelompokkan kedalam 4 kelas, yaitu benih penjenis (BS), benih dasar (BD), benih pokok (BP), dan benih sebar (BR), yang memiliki label warna berturut-turut yaitu kuning, putih, ungu, dan biru. Produksi BS, BD, BP dan BR tentunya ada lokasi sawah untuk menanam padi seusia dengan kelas tersebut, nah apabila ada penangkar yang tidak memiliki lahan sawah budidaya padi penangkaran, ahirnya untuk memenuhi kebutuhan prosukdinya penangkar nakal membeli padi komsumsi dan dikemas dan diberi label benih padi unggul…….????????.(red).

Copyright © 2024 Givalnews.com | All Right Reserved.