Diduga Kuat Konsultan PT. Adi Karya Tidak Faham Teknis

SUBANG UTARA, GivalNews.com – Sangat disayangkan pihak PT.Adi Karya ketika menugaskan konsultan pengawas diduga kuat tidak faham teknis pekerjaan, tidak faham komunikasi menghadapi control social, tidak berbekal speck apalagi RAB, bahkan ketika ditanya soal kontruksi yang salah hanya bisa planga plongo.

Seperti halnya terjadi dilokasi proyek pekerjaan pemasangan tembok penahan tanah (TPT) dilingkungan hamparan ratusan hektar sawah yang sedang berlangsung pemasangan Tembok Penahan Tanah (TPT) di blok Blok Dusun Sumur Sapi I RT.01 RW 02 Desa Tanjungtiga, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang Jawabarat.

Pada saat itu, Rabu (14 Januari 2026) team investigator dari Ormas Gival dan LSM GMBI melakukan investigasi ke lokasi tersebut, diketahui ditempat pekerjaan tidak ada papan proyek, pekerja tukang 1 orang, kernet 1 orang dan seorang pelaksana yang mengaku bernama Abah Godeg asal Subang.

Ditemukan dilokasi proyek pekerjaan pemasangan batu kali tidak diletakan ditanah padat, tapi dipasang ditanah lembek karena dilokasi hanya mengeruk lumpur saja, pemasangan batu pondasi tidak ada lantai kerja, pemasangan batu pondasi tidak menggunakan adukan, tampak hasil kontruksi TPT berbelok-belok seperti ular, pemasangan batu TPT tidak rata karena pemasangan batu tebal dibawah dan untuk mencukupi 30 cm dipasanglah adukan sebagai rekayasa ketebalan.

Dan ketika 3 konsultan yang belum diketahui namanya dating menemui dua orang investigator, sayangnya ketika ditanya nama, sebagai petugas apa, dan ketika diungkapkan kejadian buruk terjadi dilapangan mulai dari peletakan dan pemasangan pondasi yang tidak sesuai,pemasangan batu yang kesannya direkayasa agar cukup, hasil kontruksi berkelok-kelok, pekerja hanya dua orang, ditanya tidak adanya papan proyek, ditanya Speck, ditanya panjang pekerjaan, ditanya anggaran biaya mereka bertiga konsultan tersebut hany planga plongo tak keluar sepatah kata pun.

Pertanyaannya, apakah ketiga orang tersebut adalah konsultan atau pekerja yang hanya bisa jalan-jalan dari proyek ke proyek yang hanya melaporkan asal bapak senang, bisa dibayangkan proyek pekerjaan TPT ini yang panjangnya sekira 500 meter dan baru dikerjakan sekira sepanjang 50 meter dengan hasil kontruksi yang buruk.

Jika pihak Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Bandung atau inspektoratnya tidak segera turun tangan tentunya pekerjaan selanjutnya akan lebih semrawut, dan ketika pekerjaan dibiarkan tanpa pengawasan yang ketat tentunya proyek tersebut akan cepat rusak dan rugilah pemerintah dan program optimalisasi fisik untuk mendukung program peningkatan swasembada pangan akan gagal.

Saran, pada proyek tahun ini yang katanya dikerjakan oleh PT. Adi Karya jangan sampai gagal seperti pekerjaan tahun sebelumnya yang dikerjakan oleh PT.Brantas yang sampai saat ini masih semrawut, baik urugan tanggul yang belum diselesaikan, pemasangan tanggul yang pemadatannya tidak paki layer sehingga tertimpa hujan tanah cepat longsor, TPT ada yang amblas karena ketika urugan tanggul mengambil tanahnya dari badan sungai, ada lagi badan irigasi lumpurnya tidak angkat sehingga sungai menjadi dangkal dan ditumbuhi rumput sehingga menghambat mengalirnya air.(red).

Copyright © 2024 Givalnews.com | All Right Reserved.