Diduga Oknum Densus 88 Cakar Tukang Bebek di Sawah PT.Sanghyang Seri Sukamandi

CIASEM,givalnews.com-Oknum anggota Densus 88 yang ditugaskan di PT.Sang Hyang Seri (PT.SHS) Sukamandi obrak-abrik kandang bebek dan sempat mencakar salah seorang tukang bebek di sawah blok Gempor Ciasem, Subang, Rabu (11-9-2024).

Obrak-abrik kandang Bebek dan pemukulan salah seorang tukang bebek terjadi pada sekira pukul, 11.00 wib., ketika sejumlah rombongan Timsus PT.Sang Hyang Seri (PT.SHS) Sukamandi yang terdiri dari anggota Karang Taruna Desa Ciasem dan anggota Ormas PP Blanakan mendatangi lokasi pengangonan Bebek di sawah blok Gempor Ciasem yang akan mengangkut kandang Bebek menggunakan mobik truk warna merah Nopol AD 1642 NJ.

Akan tetapi ketika rombongan Densus 88 akan mengangkut kandang  dan kandang bebeknya diobrak-abrik dan akan diangkut sempat terjadi perlawanan dengan adu mulut, entah apa yang menjadi pemicu sehingga salah seorang anggota Densus 88 bernama Sam nyelonong mendekati salah seorang tukang bebek dan mencakar mukanya sambil teriak-teriak kesejumlah tukang Bebek yang ada dihadapannya.

Akibat kejadian tersebut, ahirnya Mapolsek Ciasem mengerahkan anggotanya kelokasi kejadian untuk mengamankan situasi agar tidak terjadi keributan yang meluas, yang pada ahirnya situasi menjadi aman dan masing-masing membubarkan diri, namun tidak ada salah seorang pun yang diamankan oleh petugas Mapolsek Ciasem.

Dengan kejadian tersebut yang sangat disayangkan, Direktur Utama (Dirut) PT.SHS terkesan melakukan pembiaran dan mencoba mengadu domba antar LSM, yang mana Dirut menugaskan timsus yang didalamnya ada oknum Densus 88, Karang Taruna Desa Ciasemgirang, dan Ormas PP Blanakan secara premanisme menggeruduk dan mengobrak-abrik kandang Bebek kelokasi pengangonan Bebek di blok sawah Gempor yang notabenenya sawah milik HGU.PT.SHS Sukamandi.

Sampai berita ini ditayangkan, Gm KPKS, Dirkom dan Dirut PT.SHS Sukamandi ketika dikonfirmasi melalui media WA ketiga pejabat PT.SHS masih bungkam seolah-olah tidak mau Tahu adanya keributan yang terjadi di perusahaannya.

Padahal apabila pihak PT.SHS., melarang tukang Bebek melakukan pengangonan Bebeknya di lahan Sawahnya Dirut mestinya mengeluarkan surat tertentu yang ditujukan kepada puluhan tukang Bebek yang melakukan pengangonan di lahan sawahnya, karena mungkin PT.SHS yang selama ini dinilai perusahaan yang tidak bisa menerapkan managemen dengan baik ahirnya menyerang sejumlah tukang Bebek yang kemudian terjadi tindakan premanisme.

Pun sebelumnya pernah terjadi, pada hari Rabu-Kamis, 4-6/9-2024) ada timsus yang ditunjuk oleh Dirut PT.SHS melalui GM.KPKS yang didalamnya anggota Densus 88 dan kelompok Karang Taruna Desa Ciasemgirang mulai mengusik pencari nafkah pengangon bebek, yakni paska ada pihak yang menebar gabah beracun dan ada bebek yang mati, kemudian timsus mengobrak abrik puluhan kandang bebek yang ada diwilayah persawahan milik HGU.PT.Sang Hyang Seri (PT.SHS) Sukamandi.

Akibat dari razia timsus PT.SHS.Sukamandi, puluhan tukang bebek kehilangan kandang bebeknya karena dibongkar dan diangkut oleh timsus tersebut, menuai reaksi keras dari puluhan tukang bebek yang tidak terima kandangnya diobrak-abrik dan diangkut timsus PT.SHS.Sukamandi.

“Kami bukan teroris, Kami hanya mencari makan diladang sawah milik HGU.PT.Sang Hyang Seri Sukamandi dengan ngangon bebek petelor yang hasilnya untuk makan anak istri kami, dalam beberapa waktu ini kami dikejar-kejar oleh timsus yang katanya ada anggota Densus 88 dan kelompok Karang Taruna Desa Ciasemgirang,”keluh puluhan tukang bebek yang melakukan pengangonan di sawah milik HGU.PT.Sang Hyang Seri (PT.SHS) Sukamandi.(red).

Copyright © 2024 Givalnews.com | All Right Reserved.