Bongkar Portal Jembatan Sukamantri Agar Masyarakat Bisa Lancar Melintasi

SUBANG UTARA, GivalNews.com – Masyarakat sekitar jembatan Subang-Karawang beramai-ramai menanda tangani pengajuan pembongkaran Portal yang ada didua ujung jembatan penghubung Kabupaten Subang dengan Kabupaten Karawang yang ada di Dusun Sukamantri Desa Tambakjati Kec.Patokbeusi Kabupaten Subang.

Harapan tersebut sudah lama diharapkan masyarakat dua dusun (Dadut dan Sukamantri) hanya saja mereka tidak berani bertindak protes karena portal tersebut diduga dibangun oleh seorang tokoh setempat yang selalu menghalang-halangi keinginan masyarakat. Portal tersebut harus dibongkar karena lebarnya sempit sehingga pemilik mobil mini Bus maupun Loosbak pun sangat sulit untuk melintasi, apalagi ketika mobil loosbak yang membawa barang hasil bumi baik hasil pertanian maupun material tertentu.

“Kan begini pak, kenapa kami ini berharap portal tersebut dibongkar karena ketika kami mengangkut padi hasil panen tidak bisa, ketika belanja material ke wilayah Dadut pemilik material tidak mau mengantar karena sempitnya jarak dan rendahnya portal,”ujar masyarakat yang sedang menanda tangani surat permohonan pembongkaran portal tersebut.

Perihal sempitnya portal diiyakan oleh sejumlah masyarakat sekitar jembatan, bahkan masyarakat Dusun Sukamantri Desa Tambakjati Kec.Patokbeusi Kabupaten Subang dan masyarakat Dusun Dadut Desa Cicinde Utara Kecamatan Banyusari Kab. Karawang menginginkan agar jembatan tersebut dibongkar atau jaraknya diperlebar disesuaikan dengan jalan yang ada sekira 4 meter.

Dan ketika jembatan tersebut tidak ada portalnya dipastikan jembatan tersebut akan lebih bermanfaat bagi masyarakat Subang maupun masyarakat Subang, karena jembatan itu merupakan jembatan alternative husunya bagi masyarakat Desa Tambakjati ketika akan menuju pasar Cilamaya dan sekitarnya yang tentunya untuk jembatan tersebut adalah selain sebagai jembatan penghubung masyarakat dua Kabupaten juga merupakan mudahnya untuk peningkatan sector ekonomi.

“Gara-gara jembatan ini (Sukamantri) diportal bagi pemilik mobil kesulitan untuk melintasi, hususnya ketika mobil kecil (colt Bak) mengangkut hasil panen kesulitan melintasi, intinya jembatan tersebut kurang manfaat untuk menopang peningkatan ekonomi,”jelasnya.

Hasil investigasi tim Ormas Gival dan Barikade Sakti Ngajiwa (BSN) besotan Kang Dedi Mulyadi (KDM) untuk cek lapangan, ketika portal tersebut diukur lebarnya hanya 210 cm dan tingginya 210 cm, sedangkan lebar jembatan 4 meter dan yang bisa dilalui kendaraan hanya selebar 352cm. Artinya untuk apa maksud dan tujuan portal tersebut dipasang dengan ukuran yang sangat sempit dan tidak sesuai dengan lebar jalan.

Atau mungkin jembatan tersebut bermasalah sehingga tidak boleh dilalui oleh kendaraan roda empat, kalau memang jembatan tersebut bermasalah, namun kenapa pihak PUPR Subang dan pihak tertentu tidak mempersoalkan buruknya pembangunan jembatan tersebut. Ternyata benar, ketika ada motor melintasi jembatan tersebut goyang, nah….nah…..nah…. ketahuan nih, kendalanya jembatan tersebut karena rentan dilalui kendaraan roda empat, atau karena ada pihak tertentu yang sengaja memportal jembatan tersebut dengan maksud yang tidak baik.

Maka dengan hal tersebut diatas, masyarakat sekitar jembatan, tim Ormas Gival dan tim Barikade Sakti Ngajiwa (BSN) Subang mengharapkan Kepala Dinas PUPR Subang, Kadishub Subang, Kapolres via Kasatlantas Polres Subang,  Bupati Subang untuk segera bertindak agar adanya jembatan tersebut dibangun untuk kemaslahatan masyarakat baik untuk lalncarnya lalulintas maupun sebagai penopang peningkatan ekonomi atar lintas kabupaten.

Direncakan apabila pihak terkait tidak segera mebongkar portal tersebut masyarakat akan melakukan aksi demo yang dikawal oleh dua organisasi tersebut, dan masyarakat berharap banyak kepada pimpinan dua organisasi tersebut dengan diawali berkirim surat kepada para pihak.(red).

Copyright © 2024 Givalnews.com | All Right Reserved.