Hati – Hati Mafia MBG! Modus Jual Titik Sampai Investor Bodong

KUNINGAN – Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo memiliki efek domino dalam menggerakan roda ekonomi rakyat. Selain itu program MBG pun ternyata menjadi incaran kelompok-kelompok nakal dalam memanfaatkan peluang.

Seperti yang dihimpun Harian Ekonomi Neraca, dari berbagai sumber, keresahan tersebut dikeluhkan dari beberapa calon pengusaha MBG yang akan membuka dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kuningan. Keinginan  membuka usaha pun ternyata dibikin ribet oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan dari Badan Gizi Nasional (BGN), Fasilitator BGN dan pihak lain yang mengaku dekat dengan orang BGN dan kementrian.

“Saya adalah orang yang baru dan ingin membuka peluang usaha MBG itu. Dulu waktu registrasi dan sudah punya akun, tapi ternyata beberapa titik yang Saya inginkan sudah ada yang menandai. Akhirnya saya ga bisa tembus. Tapi setelah beberapa minggu menunggu, ternyata ada info jika titik yang ditandai untuk dapur tersebut belum ada yang punya, Saya kaget,” ujar Ukis, salah seorang warga Jalaksana, Selasa (11/11).

Selang beberapa waktu, ada orang yang menghubungi Ukis, dan menawarkan titik lokasi yang ada di akun tersebut dengan kompensasi sejumlah uang. “Dia bilang titik yang ditandai itu milik dia, dan mau menjual titik seharga Rp. 50 juta, maka titik calon dapur yang dimaksud bisa menjadi milik Saya,” paparnya.

Dia tidak begitu saja percaya, karena ada info jika ada beberapa temannya yang ingin menjadi Mitra MBG pernah menjadi korban jual beli titik lokasi SPPG tersebut. Ukis pun menelusuri hingga ke BGN, dan ternyata itu tidak dibenarkan oleh BGN, sehingga link untuk masuk ke BGN sempat diblokir dan ditutup semua.

Tidak hanya oknum jual beli titik koordinat lokasi dapur, ada beberapa teman calon pengusaha yang terjebak investor dengan iming-iming akan memberikan modal sepenuhnya untuk membuka SPPG itu. Akan tetapi dalam perjalanan, si investor malah mengharuskan mitranya untuk memberikan uang jaminan Rp500 juta.

“Banyak yang tidak mau lah, kenapa harus pakai uang jaminan begitu besar. Saya hanya menghimbau untuk hati-hati, karena memang MBG ini proyek besar pemerintah yang harus didukung, karena efek domino ke roda perekonomiannya cukup bagus. Pasti semua orang sedang mengincar dari sisi keuntungannya maupun hal lainnya,” himbaunya.

Dari beberapa kejadian kasus tersebut, diharapkan pihak pemerintah maupun Satgas yang sudah terbentuk agar tetap waspada terhadap kemungkinan pihak-pihak yang nakal, baik oknum yang menjualbelikan titik lokasi dapur, investor hingga proses di SPPG nya sendiri yang tidak memenuhi SOP kelayakan dapur sehat. 

Sementara itu, di Kabupaten Kuningan sendiri ada sekitar 98 titik lokasi SPPG, tapi belum terisi semua bahkan belum merata hingga ke kecamatan yang ada di pelosok. SPPG nya masih menumpuk di satu kecamatan daerah kota, sehingga belum merata, dan anak-anak sekolah pun masih belum menikmati MBG secara menyeluruh.  (sumber harian ekonomi Neraca/nung)

Copyright © 2024 Givalnews.com | All Right Reserved.