Diduga Oknum Ustad Tendang Alat Welder Satpoldam Pemkab Subang

SUBANG UTARA, GivalNews.COM – Paska aksi unjuk rasa kelompok H. Ahmad Rijal Aliansi SAHARA Subang-Karawang menerima video dari masyarakat yang isinya insiden yang dilakukan oleh peserta aksi yakni diduga oknum ustad juga seorang Ketua MUI Desa Tambakjati menendang alat Welder team Satpoldam Pemkab Subang pada saat akan mengeksekusi portal jembatan Sukamantri yang didiuga dipasang tanpa ijin.

Insiden tersebut terjadi pada hari H pembongkaran portal jembatan Sukamantri, dalam video tersebut tampak sejumlah masyarakat mengerumuni team eksekusi portal yang akan dilakukan oleh team Satpoldam pemkab Subang, tampak jelas dalam video tersebut dua orang laki-laki teriak-teriak dan menuduh team Satpoldam pemda Subang dalam melakukan eksekusi tidak mengantongi surat rujukan dan tidak bermusyawarah dulu dengan masyarakat.

Yang disayangkan, dari dua orang tokoh tersebut diantaranya seorang oknum ustad juga Ketua MUI Desa Tambakjati, H. Muhammad Romli warga dusun Tegalkoneng II Desa Tambakjati bukan saja teriak-teriak dan memarahi team eksekutor portal akan tetapi oknum ustad tersebut sempat menendang alat welder sehingga terjadi keributan dan team eksekutor portal illegal tersebut mengurungkan niatnya.

Insiden oknum ustad tending alat Welder suasana menjadi kacau yang pada ahirnya team eksekutor mengurungkan niatnya, dan masyarakat Sukamantri dan Dadut yang tergabung dalam Aliansi SAHARA Subang-Karawang kecewa dengan tindakan oknum ustad tersebut.

Kekecewaan pun diungkapkan penanggungjawab Aliansi SAHARA Subang-Karawang juga sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Barikade Sakti Ngajiwa (BSN), Boy Salim Dasco, Boy mengatakan bahwa tindakan oknum ustad yang telah menendang alat Welder team eksekutor portal tersebut merupakan sebuah momok dan menciderai nama baik seorang petugas penegak perda.

“Kalau pada saat itu saya tahu ada oknum ustad mengganggu apalagi sampai menendang salah satu alat las team Satpoldam saya akan dating kelokasi dan akan mengawal dan mengamankan kegiatan pembongkaran, sayangnya saya diminta untuk mundur selangkah sehingga tudak berada dilokasi kejadian,”jelas Boy Salim.

Kekecewaan pun diungkapkan oleh Koordinator Aliansi SAHARA Subang-Karawang yang juga Ketua Umum Ormas Gival, Dauscobra, bahwa insiden oknum ustad menendang alat Welder team eksekutor dari Satpoldam pemkab Subang adalah mencerminkan seorang ustad yang tidak memiliki moral karena seorang ustad memberikan contoh perilaku yang liar dan berani mengganggu kepentingan pemerintah ketika akan menertibkan material portal tanpa ijin.

“Tindakan ustad tersebut sudah masuk pada ranah pelanggaran hokum, karena insiden terjadi pada kegiatan unjuk rasa yang diduga illegal, diharapkan penegak perda dan penegak hokum untuk memproses perilaku oknum ustad yang arogan dan kegiatan unras liar tanpa ijin,”tegas Dauscobra.(red).

Copyright © 2024 Givalnews.com | All Right Reserved.